Headline News

Jelang Lomba SINOVIK, 12 SKPD Presentasikan Konsep

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota Tangerang Selatan dijaring untuk siap mengikuti Lomba Sistem Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) 2017. Perhelatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Wakil Walikota, Benyamin Davnie mengatakan, ada sebanyak 12 SKPD yang dikumpulkan untuk ditunjuk sebagai perwakilan peserta dari Kota Tangerang Selatan. Setiap SKPD yang telah ditunjuk wajib memaparkan inovasi yang ada terkait pelayanan publik didasarkan pada teknologi informatika.

"Saya ingin semua SKPD yang ikut pemaparan ini melengkapi persyaratan yang diberikan oleh Kementerian Aparatur Negara. Soal masuk tidaknya nanti, itu urusan belakang. Yang terpenting kita ikut melengkapi persyaratan yang diberikan," katanya di Balaikota Tangerang Selatan, Senin, 3 Februari 2017.

Wakil Walikota Benyamin mengungkapkan, kompetisi lomba SINOVIK ini bertujuan untuk menjaring, menetapkan, dan menggunakan inovasi yang terpilih. Konsep terbaik dapat dijadikan sebagai bahan transfer teknologi dan replikasi inovasi pelayanan publik.

"Dalam kompetisi ini seluruhnya berbasis web dan tidak ada lagi pendaftaran melalui manual,” ungkapnya. Wakil Walikota Benyamin sebutkan, untuk bisa menjadi peserta kompetisi, inovasi harus memenuhi beberapa persyaratan.

Antara lain, inivasi itu harus memberi perbaikan,memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemudian juga dapat atau sudah direplikasi, berkelanjutan dan menarik. Konsep yang diajukan itu minimal harus sudah dilaksanakan selama satu tahun terakhir.

"Jadi kalau belum satu tahun jangan didaftarkan. Karena pasti akan tersingkir dalam seleksi administrasi," ujar Wakil Walikota Benyamin.

Ditambahkannya, inovasi yang diajukan harus memenuhi empat criteria. Yakni, memperkenalkan pendekatan baru, produktif, berdampak dan berkelanjutan. Maksud memperkenalkan pendekatan baru, gagasannya unik yang unik. Pendekatannya baru dalam penyelesaian masalah, atau kebijakan dan desain pelaksanaan yang unik dimodifikasi dari inovasi pelayanan publik yang telah ada.

Sedangkan produktif adalah memberikan bukti hasil implementasi. Sedangkan yang dimaksud berdampak adalah memberikan manfaat terhadap peningkatan atau perubahan kondisi, dan sebagai daya unik percepatan peningkatan kualitas.

Adapun berkelanjutan adalah memberikan jaminan bahwa inovasi pelayanan publik terus dipertahankam, diimplementasikan, dan dikembangkan. Tentunya dengan dukungan program dan anggaran, tugas dan fungsi organisasi serta hukum dan perundang-undangan.

"Kepala Dinas Bangunaan dan Penataan Ruang dengan konsep Smart Building. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika punya Sisumaker. Badan Pendapatan Daerah dengan inovasi sistem BPHTB online dan e-SPPT PBB," jelas Wakil Walikota Benyamin.

Terpisah di lokasi yang sama, pelaksana tugas (Ptl) Kepala Dinas Kesehatan, Listya Windiarty dalam pemaparannya menyampaikan, sistem informasi manajemen puskesmas. Sistem ini diciptakan untuk mempermudah dan mengefisiensikan pelayanan kepada masyarakat.

"Pasien datang daftar pakai KTP-el lalu finger print dan data sudah tersimpan di petugas pendaftaran, antrian tidak perlu lama. Lalu untuk pelayanannya sudah diarahkan melalui sistem dan daya sudah ada di dokter, diperiksa. Jika membutuhkan laboraturium langsung ke lab, obat pun sudah masuk ke data, dengan simpus terintegrasi KTP-el rider," paparnya.(kominfo-ts3).